Merdeka Copper Gold Beberkan Hasil Kinerja Perusahaan di Kuartal IV/2024

Merdeka Copper Gold Beberkan Hasil Kinerja Perusahaan di Kuartal IV/2024

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Laporkan Kinerja Kuartal IV 2024: Pertumbuhan Produksi dan Efisiensi Biaya

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan hasil kinerja perusahaan untuk kuartal IV yang berakhir pada 31 Desember 2024. Laporan tersebut menyoroti pencapaian operasional yang didukung oleh peningkatan produksi, efisiensi biaya, serta kemajuan strategis.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menyampaikan bahwa operasional tambang emas dan tembaga Merdeka menutup tahun dengan hasil yang solid. Tambang Emas Tujuh Bukit mencatat produksi sebesar 35.824 ounce emas pada kuartal IV, dengan biaya tunai (cash cost) sebesar US$ 975/oz, biaya berkelanjutan menyeluruh (all-in sustaining cost/AISC) sebesar US$ 1.260/oz, dan harga jual rata-rata (average sales price/ASP) mencapai US$ 2.672/oz.

“Pada periode yang sama, sebanyak 29.056 ounce emas telah terjual, menghasilkan pendapatan sebelum diaudit (unaudited) sebesar US$ 83,4 juta, termasuk US$ 6 juta dari produk sampingan perak. Sementara itu, Tambang Tembaga-Pirit Wetar mencatat produksi 3.419 ton tembaga, dengan cash cost sebesar US$ 1,63/lb, AISC sebesar US$ 2,83/lb, dan ASP mencapai US$ 4,18/lb. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.101 ton tembaga telah terjual, menghasilkan pendapatan sebelum diaudit sebesar US$ 28,6 juta,” ujar Albert dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2025).

Secara keseluruhan, produksi emas sepanjang 2024 (FY2024) mencapai 115.867 ounce, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Biaya tunai tercatat sebesar US$ 1.017/oz, AISC US$ 1.337/oz, dan ASP US$ 2.371/oz. Sementara itu, produksi tembaga FY2024 mencapai 13.902 ton, berada dalam rentang target 13.500–14.000 ton. Tambang Pirit dan Tembaga Wetar juga berhasil melampaui estimasi biaya dengan cash cost sebesar US$ 2,63/lb dan AISC US$ 3,58/lb.

Untuk tahun 2025 (FY2025), Merdeka menetapkan target produksi antara 100.000–110.000 ounce emas dan 11.000–13.000 ton tembaga.

Performa PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

Albert juga mengungkapkan bahwa PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat kinerja operasional nikel yang kuat, terutama didorong oleh Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Pada kuartal IV, produksi Tambang SCM mencapai rekor tertinggi, yaitu 3,4 juta wet metric ton (wmt) limonit dan 3,0 juta wmt saprolit, masing-masing mengalami pertumbuhan tahunan (Year-on-Year/YoY) sebesar 110% dan 108%.

Pada periode yang sama, sebanyak 2,01 juta wmt bijih saprolit dikirim ke smelter RKEF MBMA, sementara 4,1 juta wmt bijih limonit dijual ke PT Huayue Nickel Cobalt. Dari transaksi ini, MBMA mencatat pendapatan sebelum diaudit sebesar US$ 73,2 juta, dengan ASP US$ 17,9/wmt.

Fasilitas pemurnian MBMA juga mencatat total produksi 30.716 ton produk nikel, terdiri dari 18.823 ton nikel dalam nikel pig iron (NPI) dan 11.893 ton nikel dalam high-grade nickel matte (HGNM). Pendapatan sebelum diaudit dari NPI mencapai US$ 223,8 juta dengan ASP US$ 11.887/t, sementara HGNM menyumbang US$ 158,8 juta dengan ASP US$ 13.229/t.

Untuk FY2025, MBMA menargetkan penjualan 6,0–7,0 juta wmt bijih saprolit dan 12,5–15,0 juta wmt bijih limonit. Penjualan nikel diproyeksikan mencapai 80.000–87.000 ton dalam bentuk NPI dan 50.000–55.000 ton dalam HGNM. Albert menambahkan bahwa profitabilitas pabrik HGNM akan dipantau secara ketat, dan jika margin keuntungan tidak sesuai harapan, MBMA dapat mempertimbangkan penghentian produksi sementara hingga kondisi pasar membaik.

Perkembangan Proyek Strategis Merdeka

Merdeka terus melanjutkan ekspansi proyek-proyek strategisnya. Hingga akhir kuartal IV, konstruksi Proyek Emas Pani telah mencapai 33% penyelesaian dan dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir 2025, dengan produksi emas pertama diperkirakan pada awal 2026.

Selain itu, pengembangan Proyek Tembaga Tujuh Bukit masih berjalan, mencakup pengeboran sumber daya, eksplorasi tambang terbuka potensial, serta studi teknis. Merdeka berencana merilis studi pra-kelayakan terbaru pada kuartal II 2025, yang mencakup estimasi cadangan bijih yang lebih besar dan peningkatan throughput sub-level cave (SLC) menjadi 6Mtpa.

Pada sektor pemrosesan, commissioning fasilitas AIM (Acid, Iron, Metal) menunjukkan kemajuan positif. Pabrik pirit kini telah beroperasi penuh, sementara pabrik asam yang mulai berjalan sejak April 2024 mencatat produksi tertinggi dalam kuartal ini, dengan 164.985 ton asam dan 225.036 ton uap. Pembangunan pabrik logam klorida telah selesai dan sedang dalam tahap commissioning, sementara pabrik katoda tembaga berada di tahap akhir konstruksi. Pada Desember 2024, PT ESG New Energy Material (PT ESG) berhasil memproduksi batch pertama Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), menandai langkah maju dalam strategi MBMA untuk pengolahan material baterai.

Pendapatan dan Keberlanjutan Merdeka

Sepanjang kuartal IV 2024, Merdeka mencatat total pendapatan sebelum diaudit sebesar US$ 575,8 juta, dengan total pendapatan FY2024 mencapai US$ 2,2 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan YoY sebesar 7% untuk kuartal IV dan 31% untuk keseluruhan tahun.

Albert menegaskan bahwa perusahaan terus mengembangkan proyek-proyek kelas dunia, termasuk Proyek Emas Pani yang diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, serta Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang merupakan salah satu cadangan tembaga belum tergarap terbesar di dunia. Di sektor nikel, commissioning dua fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) MBMA akan semakin memperkuat posisi perusahaan dalam rantai nilai baterai dan kendaraan listrik.

Dalam aspek keberlanjutan, Merdeka menunjukkan komitmen tinggi terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan berhasil mempertahankan peringkat A dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), menjadikannya satu-satunya perusahaan tambang di Indonesia yang meraih peringkat tersebut dalam kategori MSCI Diversified Metals and Mining.

Selain itu, Merdeka juga meraih berbagai penghargaan atas praktik keberlanjutannya, termasuk Silver Rank dalam Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) 2024, peringkat A+ dalam Studi Laporan Keberlanjutan Perusahaan Terbuka di Indonesia 2023, serta peringkat Sapphire dalam Sustainable Business Integrity Index 2024 oleh Transparency International Indonesia dan Tempo Data Science.

“Investasi strategis kami diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja perusahaan, terutama dengan dimulainya operasi dua fasilitas HPAL MBMA dan commissioning Proyek Emas Pani pada akhir 2025. Dengan aset kelas dunia serta komitmen kami terhadap keberlanjutan dan prinsip ESG, Grup Merdeka semakin memperkokoh posisinya sebagai perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia,” tutup Albert.

Baca Juga : Pejabat AS Kesal dengan Elon Musk, Main Potong Anggaran-PHK Pegawai

#tambang #emas #metal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *